TEMANGGUNG — Berangkat dari kepedulian terhadap karakteristik geografis daerah, kontingen SMP Negeri 2 Candiroto Satu Atap berhasil menorehkan prestasi gemilang. Tim yang beranggotakan Eila Anggraeni, Candra Septian, dan Java Kencana Prabawati sukses menyabet gelar Juara 2 pada ajang Lomba STEAM MGMP IPA Kabupaten Temanggung untuk Kategori Kearifan Lokal dan Potensi Temanggung yang dihelat di SMP Negeri 2 Temanggung.
Karya bertajuk EW-Landslide (Early Warning Landslide) ini dirancang khusus menjawab tantangan kerentanan bencana di kawasan perbukitan dan lereng Temanggung, khususnya saat curah hujan tinggi memicu pergerakan tanah. Di bawah bimbingan guru pendamping Ratna Yuslinawati, S.Pd. dan M. Syaiful Bharkah, S.Pd., para siswa memadukan kepekaan mitigasi berbasis kearifan lokal dengan teknologi Internet of Things.
Sentuhan Teknologi Mitigasi Bencana
EW-Landslide memanfaatkan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan sinyal digital dari instrumen sensor lapangan:
-
Sensor Kelembapan Tanah: Memantau tingkat kejenuhan air tanah secara berkala guna mengenali potensi longsor lebih awal.
-
Sensor Gerak: Mendeteksi getaran dan pergeseran bidang gelincir tanah sebelum struktur lereng amblas runtuh.
Begitu kondisi tanah mencapai ambang batas kritis bahaya, alat secara mandiri memproses data dan langsung memicu notifikasi peringatan darurat ke ponsel warga atau tim tanggap darurat via aplikasi Telegram.
Pencapaian dalam kategori bertema kearifan lokal ini menegaskan bahwa solusi atas kerawanan bentang alam daerah dapat lahir langsung dari tangan generasi muda yang peka terhadap kondisi lingkungannya. Tim pengembang bersama guru pendamping kini berfokus pada tahapan penyempurnaan wadah kedap cuaca, sistem daya mandiri, dan kalibrasi sensor agar inovasi ini siap diuji coba langsung pada lereng-lereng rawan longsor di Kabupaten Temanggung.