Berita Akademik

Inovasi Mitigasi Bencana: Tiga Siswa SMPN 2 Candiroto Ciptakan Alat Deteksi Dini Longsor Berbasis IoT

20 October 2026 M Syaiful Bharkah 43 kali dibaca
Inovasi Mitigasi Bencana: Tiga Siswa SMPN 2 Candiroto Ciptakan Alat Deteksi Dini Longsor Berbasis IoT

Inovasi Siswa

TEMANGGUNG — Semangat inovasi sains terus tumbuh di kalangan pelajar Kabupaten Temanggung. Tiga siswa berprestasi dari SMP Negeri 2 Candiroto unjuk gigi dalam ajang bergengsi Lomba STEAM IPA yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Temanggung pada Selasa (19/10/2026) di SMP Negeri 2 Temanggung.

Delegasi yang beranggotakan Eila Anggraeni, Candra Septian, dan Java Kencana Prabawati ini berhasil menarik perhatian juri dan pengunjung melalui karya teknologi terapan bertajuk EW-Landslide (Early Warning Landslide).

Solusi Cerdas Hadapi Ancaman Longsor

Mengingat topografi wilayah Temanggung yang didominasi perbukitan dan rawan pergerakan tanah saat musim hujan, karya ini lahir sebagai ikhtiar mitigasi bencana berbasis teknologi masa kini.

EW-Landslide dirancang sebagai sistem peringatan dini cerdas yang memanfaatkan konsep Internet of Things (IoT). Perangkat ini memadukan mikrokontroler ESP32 dengan serangkaian sensor deteksi, di antaranya:

  • Sensor kelembapan tanah: Berfungsi membaca kadar air di dalam tanah secara real-time untuk mendeteksi potensi kejenuhan air tanah yang memicu longsor.

  • Sensor gerak: Memantau getaran atau pergeseran struktur tanah secara presisi sesaat sebelum runtuhan terjadi.

Ketika kedua parameter mendeteksi ambang batas bahaya, mikrokontroler ESP32 langsung memproses data dan mengirimkan sinyal peringatan darurat secara otomatis ke ponsel warga atau relawan melalui notifikasi aplikasi Telegram.

Siap Dikembangkan untuk Penerapan Nyata

Meskipun purwarupa EW-Landslide telah berhasil mendemonstrasikan sistem transmisi data nirkabel dengan baik di arena lomba, tim perancang mengakui bahwa alat ini masih terus disempurnakan.

Pengembangan lanjutan diperlukan pada aspek daya tahan perangkat di medan terbuka, ketahanan terhadap cuaca ekstrem, optimalisasi konsumsi daya, serta kalibrasi sensor agar siap digunakan secara langsung (real practice) di titik-titik rawan bencana.

Keikutsertaan ketiga siswa ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melahirkan karya solutif yang berakar dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Seluruh keluarga besar SMPN 2 Candiroto mengapresiasi kerja keras tim dan berharap inovasi ini menjadi pemantik semangat berprestasi bagi siswa-siswi lainnya di bidang sains dan teknologi.

Bagikan artikel ini: